Jumat, 01 Juni 2012
Buang ke dalam keranjang sampah kata TERLAMBAT
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, pernah berada di jalan yang melenceng dari tujuan utama yg seharusnya diraih. Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menyadari kalau dia gak bisa begini terus. Dan pada saat itu, mereka mulai melakukan pembenahan mendalam terhadap diri dan hidupnya utk meraih apa yg dia inginkan. Prtanyaannya, kenapa baru sekarang sadar? Mungkin beberapa orang berpendapat kayak gitu, tapi gak buatku. Bagiku gak ada kata terlambat untuk membuat perubahan, apalagi perubahan untuk menjadi lebih baik.
Mungkin kesannya klise, penyesalan emang selalu datang di akhir. Kesadaran akan kegagalan emang slalu muncul di bagian belakang cerita, karena semua itu hadir dari sebuah pembelajaran. Kalau kita gak pernah salah, apalagi takut salah, kita gak akan bisa belajar untuk lebih baik. Jadi terlambat bukanlah hal yg salah. Ada niat untuk melakukan perubahan aja sudah sangat baik, karena semua yg diawali dengan niat baik pasti akan menuai kebaikan pula.
Gak ada batasan untuk berubah jadi lebih baik, mengukir prestasi dan memiliki hidup yang lebih baik, apalagi kalo hanya batasan usia. Luigi Cornaro dr Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Risalah klasiknya ‘The Joys of Old Age’ ditulis pada tahun 1562 saat dia berusia 95 tahun. Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonstrasi anti nuklir saat dia berusia 89 tahun. Ada Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80 dan skitar 1,500 lukisanny dibuat setelah dia berusia 100 tahun. Terus ada Goethe dgn mahakaryanya, ‘Faust’ blm sempurna hingga dia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahun ketika ia melukis Kapel Sistine.
Kesungguhan, kegigihan, dan keseriusan dalam perjuangan untuk melakukan aktivitas terbaik pada tiap waktu yang kita lewati adalah jalan utk kesuksesan. Gak mudah ngeluh, gak mudah kecewa, gak berputus asa dari kebaikan. Selama kita masih diberi waktu dan nafas, semua peluang dan kesempatan sukses selalu terbuka. Tinggal kita mengolah potensi dan mengambil kesempatan yg terbuka tersebut utk meraih sukses. Kewajiban manusia hanyalah berusaha, melakukan yg terbaik, sembari terus berdoa. Allah yg akan mberikan kesuksesan bagi kita. Jgn pernah menyerah untuk mendapatkan sukses.
“Being wise is not an easy thing to do because in life we do stupid mistakes. Twenty four, and I’m still trying to be wiser, learning from my stupidities and others stupidities, and sometime still making stupid things that I regret, but I never stop learning.”
Minggu, 29 Januari 2012
Minta Maaf pun ada batasnya

“Setiap manusia di dunia, pasti punya kesalahan. Hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan….”
Kawan, masih ingatkah dengan lirik lagu diatas? Kalo kalian pernah nonton film Petualangan Sherina, pasti gak asing dong dengan lirik lagu tersebut. Kalo gak salah lirik diatas sudah benar. (Sedang mencoba mengingat)
Satria. Bicara soal satria pasti imajinasinya adalah seorang pria pemberani dengan kuda putih, membawa pedang panjang dan menyelamatkan sang putri dari bahaya. Then they fallin in love, married and the last, they live happily ever after. Well itu sosok satria dalam sebuah cerita.
Satria. Who is she/he? Orang yang berani mengatakan cinta, orang yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf, dan orang yang mau memaafkan sebelum orang lain minta maaf. Itu sedikit arti kecil dari satria. Ada yang punya pendapat tentang satria itu siapa? Monggo di share. hehehe.
Mungkin kalian bingung, ada satria, ada minta maaf, mana yang mau dibahas? Biasanya jika dikasih dua pilihan, pasti ia akan memilih yang kedua. Ok. Kesempatan kali ini, saya akan berbicara sedikit banyak tentang minta maaf. Saya minta maaf sebelumnya jika diujung kata ada salah. #lhooo
Minta maaf. Berasal dari kata apologize (inggris), excuses (prancis), nyuwun ngapunten (bahasa jawa). Apakah penting? ndak juga sih, wong cuma cari tahu saja. hehehe.
Setiap manusia yang melakukan kesalahan pasti ia akan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya, dengan sadar, tidak sadar atau faktor dorongan dari orang lain. Tujuannya agar ia tidak menabung dosa, oh salah maksudnya menambah dosa.
Minta maaf, juga menjadi salah satu pelajaran yang sulit bagi seseorang, jika ia belum memahami, sulit mengungkapkan dan belum lulus pelajaran yang satu ini.
Ketika minta maaf telah menjadi budaya, contoh imajinasinya adalah mpok minah, salah satu tokoh dalam sinetron bajaj bajuri. Sudah ingat? Itu lho yang sering bilang like this “maaf mak, uangnya belum cukup”. “maaf saya ndak tahu, maaf tadikan mak ndak bilang, maaf saya permisi dulu…..”
Mari kita ulas lagi, tentang minta maaf dan budaya pada paragraf sebelumnya. Budaya memiliki dua dampak, positif dan negatif. Sekarang kita aplikasikan minta maaf dalam perspektif positif. Kalo mpok minah tadi setiap kata dimulai dengan kata maaf itu tidak salah. Tapi minta maaf pun mempunyai porsi. Porsi disini katakanlah batasan. Simplenya batasan minta maaf, atau minta maaf dan batasan.
Porsi atau batasan itu kayak mana? Seperti halnya ketika melakukan sebuah kesalahan dan kita minta maaf dan orang yang bersangkutan memaafkan maka hasilnya adalah clear. Kalo aplikasi perhitungan jadi 1-1= 0.
Dan ketika sudah clear mengulangi kata yang sama minta maaf lagi maka 0 akan menjadi -1, semakin berulang-ulang maka akan semakin menjadi banyak -. Dari banyak - yang diterima maka itu akan menimbulkan atau menjadikan orang menjadi jenuh. Selanjutnya apa yang orang tersebut katakan mungkin seperti ini “sudah minta maaf kok maaf terus…”. Ibaratnya uda titik ya sudah selesai, kenapa memunculkan koma lagi?
Jadi, kenapa minta maaf harus punya batasan? alasannya adalah pertama agar tidak menimbulkan dampak berlebihan dimata orang lain (negatif) dan kedua agar tidak meninggalkan kejenuhan kepada orang lain saat mendengarnya. apa lagi ya? ada tambahan….? Mungkin cukup itu dari saya. Terima kasih.
Jumat, 23 September 2011
"Saya dan ketidaktahuan"

SAYA TIDAK MENJADI MALU SAAT MENGATAKAN SAYA TIDAK TAHU,
APAPUN YANG ORANG PERSEPSIKAN TENTANG KETIDAKTAHUAN SAYA,
APAKAH SAYA INI BODOH ATAU TABLO SAYA TIDAK PEDULI!!!.
SAYA HANYA PEDULI BAHWA KETIDAKTAHUAN YANG TERUS BERGULIR AKAN MEMBUAT SAYA MENYADARI BAHWA SAYA MEMILIKI KETERBATASAN,
KETIDAKTAHUANLAH YANG TERUS MENJADIKAN SAYA UNTUK TERUS MENGETAHUI,
DAN TERUS BERTANYA AGAR SAYA MENJADI TAHU

