Glitter Words


Rabu, 25 Oktober 2023

Perjalanan PembaTIK Level 4 | Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan TrPana MCM

 Halo Sobat Guru...

Perkenalkan, Saya Rahayu Fahmi, Sahabat Teknologi Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2023. Melalui tulisan ini, saya akan berbagi cerita tentang perjalanan dalam kegiatan PembaTIK Level 4. Pada Level 4, para Sahabat Teknologi harus melaksanakan suatu inovasi Pembelajaran Berbasis TIK menggunakan Platform Teknologi. Inovasi yang telah dilaksanakan kemudian dibagikan melalui kegiatan diseminasi secara luring maupun daring. Seluruh kegiatan Inovasi, berkolaborasi dan diseminasi disampaikan dalam sebuah Vlog dan dinarasikan dalam Blog.

1. Perencanaan

Kegiatan PembaTIK Level 4 dilaksanakan pada tanggal 3-25 Oktober 2023. Dalam durasi waktu kurang dari 3 minggu, Para Sahabat Teknologi harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tugas PembaTIK. Agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara optimal dan untuk memastikan semua kegiatan terselesaikan, maka saya membuat Action Plan.

Sebelum memulai semua kegiatan, saya berkoordinasi dan izin kepada Kepala SMPN 2 Lambitu untuk melaksanakan Inovasi dan diseminasi terkait dengan tugas PembaTIK Level 4. Alhamdulillah, saya mendapatkan respon positif dan Kepala Sekolah sangat mendukung kegiatan yang akan saya laksanakan.

Kegiatan selanjutnya, saya mencari inspirasi terkait pembelajaran berbasis TIK pada Platform Merdeka Mengajar. Berangkat dari keresahan saya saat melihat Platform Rapor Pendidikan, di mana kompetensi numerasi mengalami penurunan dan dari hasil pelajari akar masalah, terlihat bahwa hasil terendah terdapat pada kemampuan siswa pada kompetensi menerapkan (L2).

Berdasarkan Latar Belakang tersebut maka saya berinisiatif untuk melaksanakan inovasi Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan trPana MCM. TrPana MCM merupakan akronim dari Trail Pesawat Sederhana Math City Map. Inovasi ini memanfaatkan Platform Teknologi MCM yang dapat diakses melalui website mathcitymap.eu . Untuk siswa, dapat mengunduh aplikasi Math city map melalui playstore. Implementasi inovasi ini memfasilitasi siswa untuk belajar dari dunia nyata. Dimana, siswa dapat melihat rute tugas dalam bentuk peta yang harus diselesaikan melalui smartphone.

Berikut Persiapan yang saya lakukan Sebelum melaksanakan inovasi Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan trPana MCM:

  • Menyusun Modul Ajar,
  • Membuat Tugas melalui website mathcitymap.eu,
  • Membuat Augmented Reality terkait tugas,
  • Membuat Trail Pesawat Sederhana pada website mathcitymap.eu,
  • Mengujicoba Trail yang telah dibuat untuk kemudian direvisi apabila ada yang kurang,
  • Membuat Kelas pada Trail Pesawat Sederhana

2. Pelaksanaan Inovasi Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan TrPana MCM


Kegiatan Pembelajaran Inovasi Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan TrPana MCM telah dilaksanakan pada hari senin, 16 Oktober 2023. Kegiatan pembelajaran yang saya rancang menggunakan sintaks model Discovery Learning. Selama kegiatan Pembelajaran, siswa terlihat antusias dalam melaksanakan tantangan dan menyelesaikan soal yang ada pada setiap titik pemberhentian pada map. Selain itu, kegiatan pembelajaran ini juga memberikan pengalaman baru bagi siswa karena dalam aplikasi mereka bisa melihat konsep materi melalui Augmented Reality. Dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan nyata yang terdapat pada peta, saya berharap kemampuan numerasi siswa, khususnya pada kompetensi penerapan (L2) dapat meningkat.

3. Diseminasi Inovasi Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan TrPana MCM

Inovasi yang telah saya lakukan didiseminasikan secara luring maupun daring sejak tanggal 19-25 Oktober 2023. Berikut kegiatan diseminasi yang saya lakukan.

  • Diseminasi di SMPN 2 Lambitu

Diseminasi saya mulai dari lokasi terdekat, yaitu di tempat saya bertugas SMPN 2 Lambitu. Diseminasi di SMPN 2 Lambitu telah terlaksana pada Hari Rabu, 18 Oktober 2023 yang dihadiri oleh 18 orang PTK. Kegiatan diseminasi berjalan lancar. Melalui diseminasi ini, terjawab pertanyaan para guru terkait bagaimana saya melaksanakan pembelajaran yang mereka lihat hari senin. Kesan yang disampaikan oleh salah seorang guru, Ibu Nurhasina Rahma,S.Pd, bahwa beliau penasaran kenapa Ibu Ayu melaksanakan pembelajaran di liuar kelas, anak-anak jadi ribut, tapi ternyata setelah melihat apa yang saya diseminasikan, beliau menjadi tertarik dan sangat ingin mencobanya, terlebih Ibu Rahma seorang guru Matematika.

  • Diseminasi Daring Bersama Balai Guru Penggerak NusaTenggara Barat (BGP NTB) pada acara "One Week One Webinar (OW OW)

Suatu kehormatan dan pengalaman berharga bagi saya bisa menjadi narasumber pada salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh BGP NTB, yaitu OW OW. Diseminasi daring bersama BGP NTB ini telah terlaksana pada hari Kamis, 19 Oktober 2023 Pukul 14.00-16.00. Diseminasi ini dapat disaksikan pada kanal Youtube BGP NTB melalui Link Berikut.

  • Webinar PMM "Pembelajaran Inovatif Manfaatkan Teknologi Interaktif"

Webinar ini merupakan Kolaborasi bersama Para Sahabat Teknologi NTB Tahun 2023. Saat pertama melihat hasil pengumuman PembaTIK level 4, terbersit ketakutan dalam diri saya karena saya sendirian yang berasal dari lokasi paling timur NTB, Kabupaten Bima. Saya takut saat webinar tidak ada rekan untuk berkolaborasi karena para sahabat teknologi lainnya mengadakan webinar per Kabupaten/Kota masing-masing. Akhirnya saya berinisiatif menghubungi beberapa rekan sahabat teknologi NTB, hingga akhirnya mendapatkan Tim untuk berkolaborasi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur telah diberikan rekan-rekan Tim yang baik dan luar biasa.

Webinar dihadiri oleh sekitar 30 orang, namun hanya 23 orang yang mengisi daftar hadir. Meskipun ada beberapa kendala, tapi alhamdulillah webinar telah terlaksana dan mendapatkan respon positif dari peserta webinar. Terutama, terkait MCM ada peserta yang memberikan testimoni bahwa inovasi ini hal yang baru baginya. Link Webinar Pembelajaran Inovatif Manfaatkan Teknologi Interaktif.

  • Berbagi Vlog PembaTIK Level 4

Vlog PembaTIK Level 4 saya unggah melalui kanal youtube pada link berikut



Vlog PembaTIK Level 4 | Outdoor Learning Berbasis TIK Menggunakan TrPana MCM

Selain pada kanal Youtube, vlog PembaTIK juga saya bagikan melalui media sosial instagram dan facebook. Yang terakhir, vlog PembaTIK juga saya bagikan pada bukti karya PMM dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi Bapak/Ibu Guru hebat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan MCM.

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih kepada para pengunjung Blog ini, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Senin, 10 Juni 2013

Tamalabang



Kita tak pernah tahu kemana kita akan melangkahkan kaki. Setinggi apapun cita-cita kita, sejauh apapun imaji kita melanglang buana, kita tak pernah tahu kapan dan di mana petualangan besar akan dimulai. Kita hanya memiliki kaki-kaki kecil yang setapak demi setapak menjalani kehidupan ruang dan waktu.
Begitu juga saya di sini. Di tempat yang saya tak pernah bayangkan sebelumnya. Sebuah tempat sunyi sepi jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan klakson angkutan umum yang melenguh panjang bernama Tamalabang. Sebuah tempat di mana hanya ada ombak yang mendesir dan tanah berpasir beratap langit penuh sebaran bintang pada malam hari.
Selama tiga jam saya terguncang-gungcang dari Kota Kalabahi menuju Tamalabang—tempat saya mengajar selama setahun. Di tengah deru ombak yang diapit oleh Pulau Pura dan Pulau Alor, saya seakan tersedot perlahan-lahan menuju sebuah negeri baru. Tiga jam yang pendek, tetapi juga terasa panjang di lautan yang seakan tak berujung.
Petualangan besar saya berawal di sini. Di salah satu daerah 3T, di suatu tempat yang seringkali saya lihat dalam peta, tetapi seakan tanah antah berantah tak tersentuh. Petualangan saya, ternyata tidak dimulai di sebuah kota berpredikat Daerah Istimewa bernama Yogyakarta, tempat di mana saya menjejakkan kaki dua tahun lalu—tempat saya melewati 4 tahun masa kuliah. Bukan teh tubruk dan gudeg yang saya nikmati pada pagi hari, melainkan segelas teh manis hangat dan deru ombak yang berwarna biru berkilau diterpa mentari terbit. Tak ada kerlap-kerlip lampu di alun-alun, tetapi langit mahaluas dengan kerlip bintang-bintangnya diselingi sesekali bintang jatuh.
Setahun ke depan, bersama anak-anak yang akan saya ajar, saya belajar menjadi Indonesia seutuhnya. Indonesia yang selama ini hanya saya ketahui dari televisi, majalah dan buku-buku pelajaran. Ribuan lembar saya baca selama bertahun-tahun tentang negeri ini dan berjam-jam saya toton videonya, tetapi saya tak pernah tahu secara pasti tentang negeri ini. Saya akan belajar menjadi Indonesia. Indonesia yang cantik molek dengan alamnya, Indonesia yang belum dipoles hedonisme dan modernisasi.
Saya teringat salah satu kutipan yang pernah saya baca,”Tempat-tempat terindah di Indonesia seringkali adalah tempat-tempat tertinggal.” Entah mengapa, pada saat-saat terakhir akan meninggalkan Denpasar, kutipan itu selalu terngiang. Bahkan, di tengah rasa sendu ketika melepas teman-teman SM3T Kab.Alor di Dinas Pendidikan, saya masih mengingatnya. Kami semua akan menuju tempat-tempat terindah di Indonesia, tetapi kami juga akan mencemplungkan diri dalam keseharian penuh keterbatasan yang keras.
Saya berpikir,”Apa yang dapat Saya perbuat di tengah keterbatasan itu?” saya hanya anak kota yang terlanjur dibuai lama oleh kenikmatan. Apakah saya bisa bertahan di tengah pulau terpencil tanpa sinyal dan listrik terbatas? Bisakah saya menamatkan petualangan besar ini? Sejak saya terpisah dari teman-teman SM3T dan dalam tiga jam terguncang-guncang dalam deru ombak, saya selalu berpikir.
Akan tetapi, pada suatu malam penuh bintang di Tamalabang, entah mengapa saya mulai yakin bahwa petualangan ini bisa saya lewati. Mungkin  saya akan terjatuh dan terperosok bebrapa kali. Mungkin saya akan merasa lelah dan mengumpat di tengah jalan. Mungkin kehadiran dan karya saya di sini nanti tak semegah yang saya bayangkan. Dan ketika saya pulang, takkan ada sambutan meriah bak seorang ksatria menang pertarungan.
Akan tetapi, saya yakin bahwa saya bisa menjalankan tugas di sini, di tengah keterbatasan fasilitas, bersama orang-orang dengan keramahan melimpah. Saya yakin saya mau mengajar dengan baik… dan anak-anak yang saya ajar nantinya yang akan mengubah tempat-tempat terindah Indonesia menjadi lebih baik.

Minggu, 07 Oktober 2012

anomali iklim dan pertanian NTT



Memasuki puncak musim kemarau di bulan Agustus 2010, hujan di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk NTT masih terjadi dalam intensitas yang cukup tinggi. Sebagian wilayah Indonesia bahkan hingga saat ini mengalami musibah banjir, tanah longsor dan puting beliung. Penyimpangan cuaca (anomali) di musim kemarau ini tidak terlepas dari interaksi atmosfer dan lautan sebagai faktor pengendali curah hujan. Suhu permukaan laut di perairan Indonesia yang meningkat menyebabkan semakin intensifnya proses penguapan dan pembentukan awan yang berdampak pada peningkatan curah hujan. Curah hujan yang tinggi juga disebabkan oleh fenomena global yang disebut La Nina.

La Nina merupakan fenomena alam yang ditandai dengan kondisi suhu muka laut di perairan Samudra Pasifik ekuator berada di bawah nilai normalnya (dingin), sementara kondisi suhu muka laut di perairan Benua Maritim Indonesia berada di atas nilai normalnya (hangat). Kondisi suhu muka laut di samudra pasifik yang dingin menimbulkan tekanan udara tinggi, sementara kondisi hangat perairan Indonesia yang berada di sebelah barat pasifik menimbulkan tekanan udara rendah. Kondisi ini menyebabkan mengalirnya massa udara dari pasifik ke wilayah Indonesia. Aliran tersebut mendorong terjadinya konvergensi massa udara yang kaya uap air. Akibatnya semakin banyak awan yang terkonsentrasi dan menyebabkan turunnya hujan yang lebih banyak di daerah tersebut (lebih dari 40 mm/bulan di atas rata-rata Normalnya).

Kebalikan dari La Nina adalah El Nino ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menghangat dan menyebabkan terjadinya musim kemarau yang kering dan panjang di Indonesia. Penurunan curah hujan pada saat El Nino dapat mencapai 80 mm/bulan
Secara meteorologis kejadian La Nina dan El Nino ditunjukkan oleh Southern Osccilation Index (SOI) dan perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik (ASST). Nilai SOI bervariasi menurut bulan atau dalam periode waktu yang lebih singkat akibat perubahan perbedaan tekanan udara antara Darwin dan Tahiti. Pada peristiwa La Nina, nilai SOI meningkat di atas kisaran normal dan sebaliknya pada kejadian El Nino. Sementara nilai ASST negatif menunjukkan terjadinya La Nina sebaliknya ASST positif mengindikasikan El Nino.
 
Kecendrungan fenomena La Nina dalam musim penghujan 2010 sebenarnya sudah diprediksi sejak awal musim kemarau. Hasil prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan sejumlah lembaga pemantau cuaca dunia seperti NOAA (USA), BOM (Australia), Jamstec (Jepang) menunjukkan adanya anomali suhu muka laut negatif. La Nina diprediksi akan terus dominan hingga Maret 2011 hingga selanjutnya menuju kondisi netral pada bulan April 2011.
 
Nusa Tenggara Timur, dengan tipe curah hujan moonsonal (memiliki satu puncak hujan), tidak luput dari fenomena ini. Normalnya musim kemarau berlangsung cukup lama hingga 8 bulan, sementara rata-rata musim hujan berlangsung selama 4 bulan (Desember – Maret). Tahun 2010, NTT mengalami musim kemarau yang lebih basah dibandingkan tahun normal, meskipun intensitas hujan tidak sebesar peningkatan di daerah lain yang menimbulkan banjir. Pola musim NTT yang dipengaruhi oleh angin kering dari Australia menyebabkan konvergensi awan tidak seintens wilayah Indonesia yang lain.

Pertanian NTT merupakan sektor paling rentan terhadap resiko iklim ekstrim. Pada kondisi sangat ekstrim, La Nina menyebabkan kerusakan tanaman akibat banjir, dan meningkatkan intensitas serangan hama dan penyakit. La Nina menyebabkan kelembaban dan curah hujan tinggi yang disukai oleh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pada daerah rawan banjir, kehadiran La Nina menyebabkan gagal panen akibat terendamnya tanaman. Pengaruh kelebihan air terhadap tanaman akan lebih sensitif pada tanaman muda dibandingkan tanaman dewasa. Sehingga tingkat kerentanan terhadap La Nina juga tergantung pada saat kejadiannya, apakah anomali iklim terjadi pada fase awal perkembangan tanaman atau pada tahap dewasa.
 
Meskipun memiliki sisi negatif, kehadiran La Nina secara keseluruhan berdampak positif bagi sektor pertanian NTT. Peningkatan produktivitas tanaman dan perluasan area panen tercatat setiap kejadian La Nina. Periode La Nina pada 1998/1999, 2000 dan 2007/2008 menyebabkan Rata-rata produktivitas padi meningkat hampir 12 %, sementara produktivitas jagung mengalami peningkatan hingga 11 %. Penambahan luas panen yang cukup nyata terjadi pada pertanaman padi yaitu 16 % (Basis Data Statistik Departemen Pertanian 2010). Hal ini menunjukkan pengaruh positif peningkatan curah hujan, mengingat padi merupakan tanaman pangan dengan kebutuhan irigasi tertinggi.
 
Fenomena La Nina yang terjadi saat ini tetap perlu diwaspadai. Hasil analisis terhadap 13 stasiun klimatologi, Litbang Deptan menunjukkan 86 % kejadian La Nina selalu diikuti oleh El Nino yang dapat menyebabkan kekeringan dan rawan pangan semakin meluas di NTT. Berdasarkan data historis kejadian hujan dan nilai SOI, periode El Nino terjadi lebih sering dibanding La Nina yaitu pada 1991, 1992, 1993, 1994, 1997/1998 dan 2007. El Nino menyebabkan produktivitas jagung dan padi NTT menurun masing-masing 18 % dan 10 %.
Sebagai sektor tumpuan sebagian besar penduduk propinsi ini, maka perlu disusun rangkaian kebijakan pertanian yang menyeluruh dalam mengantisipasi kondisi anomali/penyimpangan iklim. Kebijakan untuk antisipasi tersebut dapat berupa: (1) Pengembangan sistem deteksi dini anomali iklim berupa prediksi iklim yang meliputi waktu kejadian, lama kejadian, tingkat anomali, potensi dampak terhadap ketersediaan air dan produksi pangan, dan sebaran wilayah rawan. Sistem deteksi dini yang dibangun harus melibatkan antisipasi terhadap serangan hama penyakit di masa mendatang, yang rentan terjadi selama periode La Nina.  Prediksi dan pemodelan iklim harus terus dilakukan untuk meningkatkan akurasi; (2) Mengembangkan sistem diseminasi informasi iklim secara cepat dengan jangkuan luas terhadap petani dan berbagai pihak dengan didukung oleh kelembagaan yang kuat; (3) Mengembangkan, mendesiminasikan dan memfasilitasi petani lewat sekolah lapang iklim atau sekolah lapang pertanian, untuk dapat menerapkan pola dan teknik budidaya yang adaptif di NTT, seperti mengatur pola tanam Padi-Padi-Palawija atau Padi-Palawija-Palawija untuk kasus La Nina dan pola tanam Padi-Palawija atau Palawija-Palawija untuk kasus El Nino.

Tornado/Putting Beliung


 


Apa itu Tornado/Putting Beliung ?
Apa itu tornado:
Apakah Tornado sama dengan Putting beliung, jawabnya ya, perbedaannya hanya pada penyebutan dan skala intensitas Tornado, di Indonesia Tornado dikenal dengan sebutan angina putting beliung atau angina leysus, yang berbeda adalah dalam skala intensitasnya saja, di Indonesia tornado haya sedikit 

Apa Itu tornado ?
Pengertian tornado?:
Menurut Kamus Meteorologi (AMS 2000), tornado adalah “ suatu kolom udara yang berputar dengan kencang, timbul dari awan cumuliform atau dari bagian bawah awan cumuliform, dan sering ( tidak selalu ) tampak seperti funnel cloud.” Dengan kata lain, sebuah vorteks yang diklasifikasikan sebagai tornado, harus terhubung dengan permukaan tanah dan dasar awan. Ahli meteorology belum menemukan cara yang mudah untuk mengklasifikasi dan mendefinisikan tornado. Contohnya, tidak ada perbedaan yang jelas antara mesosiklon ( sirkulasi badai guntur induk ) di permukaan dengan tornado lemah yang besar. Sudah diketahui bahwa funnel pada tornado tidak tampak. Juga, pada kecepatan berapa dari awan ke permukaan tornado berawal. 

Bagaimana Tornado Terbentuk ?
Bagaimana tornado terbentuk ?:
Sebagian besar tornado yang merusak dan mematikan disebabkan oleh supersel, yaitu badai guntur yang berputar dengan sirkulasi yang teratur yang disebut mesosiklon. Supersel juga dapat menimbulkan hujan es yang merusak, angin kencang non-tornado, kilat, dan banjir tiba-tiba. Pembentukan tornado umumnya dapat dilihat pada hal- hal yang terjadi pada skala badai, didalam dan sekitar mesosiklon. Pertumbuhan tornado berhubungan dengan perbedaan temperature pada di tepi massa udara turun ( downdraft ) yang berada di sekitar mesosiklon ( downdraft oklusi). Studi pemodelan secara matematis tentang pertumbuhan tornado juga mengindikasikan tornado dapat terjadi tanpa pola temperature tersebut; bahkan kenyataannya, variasi temperatur yang teramati sangat kecil pada beberapa tornado yang menyebabkan kerusakan hebat dalam sejarah yakni pada 3 Mei 1999. 

Dari arah mana tornado datang?
Datangnya tornado:
·         Dapat terjadi kapan saja tiap tahunya
·         Dapat terjadi dimana saja diseluruh tempat di dunia, namun pada daerah-daerah lintang tinggi terjdinya biasanya pada musim semi atau musim panas
·          Di Indonesia lebih bayank disekitar Sumatera dan Jawa (lihat tabel frekuensi puting beliung).

Apakah hujan es selalu terjadi sebelum tornado?Hujan?Kilat?
Penjelasan:
Karakteristik hujan, angin, kilat, dan hujan es menurut pengamat bervariasi dari badai yang satu dengan badai yang lain, dari jam ke jam, dan bahkan dari arah gerakan badai. Hujan es berukuran besar dapat mengindikasikan badai guntur yang tidak biasa, dan dapat saja terjadi sebelum tornado. Hujan es, atau bentuk lain apapun dari presipitasi, kilat bukanlah prediksi tepat akan terjadi tornado.

Jenis- Jenis Tornado
jenis-jenis Tornado:
  • Tornado lemah
Mencakup 88% dari jmlah kslrhan turnado menyebabkan kematian kurang dari 5% memiliki tenggang waktu 1 s.d 10 menit kecepatan angin kurang dari 110 mph
  • Tornado kuat:mencakup 11% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado
Menyebabkan kematian hampir 30%
Memiliki durasi 20 menit atau bahkan lebih
Memiliki kecepatan angin 110 s.d 205 mph
  • Tornado sangat kuat
Mencakup 1% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado
Menyebabkan kematian hampir 70%
Memiliki durasi melebihi 1 jam
Memiliki kecepatan angin >205 mph.

Berapa lama tornado hidup?
Umur tornado:
Tornado dapat berlangsung mulai dari beberapa detik hingga lebih dari satu jam. Sebagian besar tornado berlangsung kurang dari 10 menit.

Manfaat Tornado
Manfaat tornado:
Ternyata dibalik dasyatnya tornado tornado menyimpan manfaat :
-menjaga suhu daerah yang dilalui tornado . . . agar daerah tersebut tidak terlalu dingin/panas karena tornado membawa angin dari derah lain . . . yang biasanya dari daerah lebih dingin,lebih panas dari daerah yang diterjang angin
mungkin kalau gak ada tornado banyak daerah yang menjadi gurun dan padang Es.

banyak negara seperti amerika latin yang menjadi gurun akibat tidak ada tornado
banyak Negara Seperti Amerika serikat menjadi padang Es karena tidak ada tornado.
Kesimpulan
Kesimpulan:
- Di Indonesia istilah Tornado disebut dengan Angin Putting Beliung atau angin Puyuh/rebut atau juga angina Leysus
- Frekuensi kejadian Putting beliung pada tahu 2006 di Sumatera dan Jawa lebih sering bulan Nopember yaitu pada saat memasuki musim penghujan dan bulan Maret pada saat memasuki musim kemarau.
- Kejadian angin Putting beliung atau Tornado lebih sering pada siang atau sore hari.
Pic tornado: