Glitter Words


Minggu, 07 Oktober 2012

wind cup sederhana (pengukur kecepatan angin)


Angin merupakan unsur iklim yang sangat penting, karena mempengaruhi proses pembentukan hujan, terjadinya evapotranspirasi dan besarnya kelembaban udara dan suhu udara. Proses terbentuknya angin dipengaruhi oleh dua gaya yaitu:

1. gaya primer
Gaya primer merupakan gaya yang menyebabkan angin dapat bertiup. yang merupakan gaya primer adalah gaya gradien tekanan. Perbedaan tekanan antara dua tempat menyebabkan massa udara akan bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. kalian dapat melihat perbedaan tekanan antar tempat melalui peta isobar. Peta isobar menghubungkan titik-titik dengan tekanan yang sama, peta ini sangat bermanfaat bagi para meteorologis dalam memprediksi cuaca beberapa waktu ke depan.. 
2. gaya sekunder
terdapat tiga gaya yang tergolong dalam gaya sekunder yaitu:
a. gaya sentripetal
b. gaya gesek
c. gaya coriolis
Gaya sentripetal merupakan gaya yang dihasilkan akibat perputaran bumi. Ketika bumi mengalami rotasi maka massa udara akan akan bergerak seiring dengan rotasi bumi tersebut. agar mudah membayangkannya kalian dapat mengingat seorang atlet yang akan melempar martil. Sebelum melempar dia akan berputar dengan cepat, dan sementara  dia berputar, martil ikut terayun
Gaya gesek mempengaruhi kecepatan angin, karena bidang kasar akan menghambat pergerak angin dan bidang yang halus/licin membuat angin lebih kencang bertiup. Hal inilah yang menjelaskan angin di lautan selalu bertiup lebih kencang dari angin di darat, karena laut mempunyai koefisien gesekan yang kecil.
Gaya Coriolis dipengaruhi oleh posisi suatu tempat di bumi. Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa memiliki gaya coriolis yang kecil yang menyebabkan kecepatan angin menjadi rendah (lebih lengkapnya dapat dibaca di Badai Tropis.
Gaya sekunder pada dasarnya merupakan gaya yang mempengaruhi kecepatan dan arah angin. angin merupakan besaran vektor, sehingga kita tidak hanya mengukur besar kecepatannya saja, melainkan juga mengukur arah anginnya. pengukur kecepatan angin kita sebut sebagai wind cup sementara arah angin ditunjukkan oleh darimana arah angin tersebut berhembus. misalnya angin dari Timur, kita sebut angin timur dan seterusnya. jika dalam satu hari angin bertiup dengan arah yang berubah-ubah maka arah angin ditentukan dengan jumlah arah terbanyak dalam satu hari.
wind cup umumnya diinstall di taman instrumentasi.

cara mengkonversi ke satuan km per jam, cukup mudah yaitu: Hitung panjang lintasan (keliling lingkaran) yang terjadi dari berputarnya mangkuk, kemudian bagi dengan 100,000 untuk mendapatkan panjang lintasan dalam satuan km, setelah itu kali dengan banyaknya rotasi mangkuk yang terjadi dalam satu menit, dan kemudian bagi dengan 60 untuk mengkonversi ke satuan jam.. mudah kan sekarang silahkan dirubah ke dalam satuan m/s :D

sumber: Handoko, 1994, Dasar Klimatologi. Departemen GFM. IPB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar