Angin merupakan unsur iklim yang sangat penting, karena mempengaruhi proses pembentukan hujan, terjadinya evapotranspirasi dan besarnya kelembaban udara dan suhu udara. Proses terbentuknya angin dipengaruhi oleh dua gaya yaitu:
1. gaya primer
Gaya
primer merupakan gaya yang menyebabkan angin dapat bertiup. yang
merupakan gaya primer adalah gaya gradien tekanan. Perbedaan tekanan
antara dua tempat menyebabkan massa udara akan bergerak dari tempat yang
bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. kalian dapat melihat
perbedaan tekanan antar tempat melalui peta isobar. Peta isobar
menghubungkan titik-titik dengan tekanan yang sama, peta ini sangat
bermanfaat bagi para meteorologis dalam memprediksi cuaca beberapa waktu
ke depan..
2. gaya sekunder
terdapat tiga gaya yang tergolong dalam gaya sekunder yaitu:
a. gaya sentripetal
b. gaya gesek
c. gaya coriolis
Gaya sentripetal merupakan gaya yang dihasilkan akibat perputaran bumi.
Ketika bumi mengalami rotasi maka massa udara akan akan bergerak seiring
dengan rotasi bumi tersebut. agar mudah membayangkannya kalian dapat
mengingat seorang atlet yang akan melempar martil. Sebelum melempar dia
akan berputar dengan cepat, dan sementara dia berputar, martil ikut
terayun
Gaya gesek mempengaruhi kecepatan angin, karena bidang kasar akan
menghambat pergerak angin dan bidang yang halus/licin membuat angin
lebih kencang bertiup. Hal inilah yang menjelaskan angin di lautan
selalu bertiup lebih kencang dari angin di darat, karena laut mempunyai
koefisien gesekan yang kecil.
Gaya Coriolis dipengaruhi oleh posisi suatu tempat di bumi. Indonesia
yang dilintasi garis khatulistiwa memiliki gaya coriolis yang kecil yang
menyebabkan kecepatan angin menjadi rendah (lebih lengkapnya dapat
dibaca di Badai Tropis.
Gaya sekunder pada dasarnya merupakan gaya yang mempengaruhi kecepatan
dan arah angin. angin merupakan besaran vektor, sehingga kita tidak
hanya mengukur besar kecepatannya saja, melainkan juga mengukur arah
anginnya. pengukur kecepatan angin kita sebut sebagai wind cup sementara
arah angin ditunjukkan oleh darimana arah angin tersebut berhembus.
misalnya angin dari Timur, kita sebut angin timur dan seterusnya. jika
dalam satu hari angin bertiup dengan arah yang berubah-ubah maka arah
angin ditentukan dengan jumlah arah terbanyak dalam satu hari.
wind cup umumnya diinstall di taman instrumentasi.
cara mengkonversi ke satuan km per jam, cukup mudah yaitu: Hitung panjang lintasan (keliling lingkaran) yang terjadi dari berputarnya mangkuk, kemudian bagi dengan 100,000 untuk mendapatkan panjang lintasan dalam satuan km, setelah itu kali dengan banyaknya rotasi mangkuk yang terjadi dalam satu menit, dan kemudian bagi dengan 60 untuk mengkonversi ke satuan jam.. mudah kan sekarang silahkan dirubah ke dalam satuan m/s :D
sumber: Handoko, 1994, Dasar Klimatologi. Departemen GFM. IPB.
cara mengkonversi ke satuan km per jam, cukup mudah yaitu: Hitung panjang lintasan (keliling lingkaran) yang terjadi dari berputarnya mangkuk, kemudian bagi dengan 100,000 untuk mendapatkan panjang lintasan dalam satuan km, setelah itu kali dengan banyaknya rotasi mangkuk yang terjadi dalam satu menit, dan kemudian bagi dengan 60 untuk mengkonversi ke satuan jam.. mudah kan sekarang silahkan dirubah ke dalam satuan m/s :D
sumber: Handoko, 1994, Dasar Klimatologi. Departemen GFM. IPB.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar